Tune Up Kendaraan Anda Setelah Melakukan Perjalanan Jauh Disaat Mudik

tune up mesin perjalanan jauh
MUSIM mudik lebaran sebentar lagi. Bagi pemudik yang menggunakan mobil pribadi, saatnya untuk mengecek kembali kendaraan setelah menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilo meter agar kembali nyaman digunakan untuk beraktifitas sehari-hari.
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah bagian penyangga mobil, mulai ban, suspensi, rem, dan lainnya. Ban menjadi bagian penting yang perlu diperiksa. Cuaca panas dan kondisi aspal jalan yang bergelombang selama perjalanan tentu mempengaruhi kondisi ban. Apalagi kendaraan yang menggunakan ban tubles. Ban yang satu ini memang dikenal rentan dengan kondisi jalan yang tidak rata, palagi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Apabila ban tubles tidak dalam kondisi bagus, bisa menyebabkan benjolan saat terhantam lubang atau aspal bergelombang. Untuk itu pemeriksaan terhadap seluruh permukaan ban menjadi keharusan.

Tekanan angin pada ban dapat diperkirakan ketika menyentuh permukaan jalan. Apabila ban melebar dipastikan kekurangan tekanan, atau bisa juga dengan cara memukul, bila suara yang keluar dari ban tidak nyaring, maka tekanan pada ban berkurang.

Sistem suspensi yang mencakup shockbreaker dan pegas, juga jangan sampai luput dari pemeriksaan. Untuk mengeceknya, tekan bodi mobil sekuatnya, lalu lihat pantulannya. Jika ayunannya berulang-ulang, berarti saatnya mengganti shockbreaker mobil. Hal yang sama juga berlaku apabila ayunan lebih tinggi dibanding dengan sebelum bodi mobil ditekan. Selain itu, apabila terdengar suara yang tidak seperti biasa, bisa disebabkan pegas yang sudah retak sehingga kondisinya sudah harus diganti.

Setelah itu, periksa juga kondisi rem dan kanvasnya. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan rem tangan. Rem tangan berhubungan dengan rem belakang mobil. Jika melakukan pengecekan dengan cara ini, berarti harus diingat ketinggian tuas saat ditarik, sehingga bisa membandingkan dengan posisi yang sekarang. Saat posisi rem tangan bertambah tinggi, berarti rem bertambah tipis. Atau bisa juga didengar dari jumlah suara klik saat rem tangan diaktifkan. Apabila melebihi standar sebelum mobil digunakan untuk perjalanan jauh, aturlah kembali jarak rem dengan teromol.

Jika ingin memeriksa secara langsung, bukalah ban dab periksa ketebalan kanvas rem. Apabila ketebalan kurang dari 1 mm, segera ganti dengan yang baru.

Selain hal-hal tersebut, perhatikan juga kondisi tuas rem tangan, roda kemudi, pedal rem, dan kopling. Perangkat tersebut memang terlihat biasa-biasa saja, namun setelah digunakan untuk perjalanan jauh, bisa jadi posisinya berubah sehingga mempengaruhi kenyamanan ketika dikendarai.

Pemeriksaan pada tongkat rem tangan, bisa dimulai dari gerakan efektif, batas aman, dan gerakan total. Gerakan efektif adalah saat melepaskan tongkat rem itu ke kondisi semula. Sedangkan batas aman adalah toleransi sampai tarikan teratas atau lebih dari sepertiganya. Gerakan total adalah tarikan tongkat secara penuh. Apabila terasa aneh atau diluar biasanya, segera lakukan pemeriksaan. Periksa juga roda kemudi, jangan sampai terjadi celah gerakan bebas yang besar. Apabila sampai terjadi, lakukan penyetelan kembali.

Pemeriksaan pada pedal rem mencakup langkah bebas, langkah efektif, ketinggian pedal, dan batas amannya. Langkah bebas adalah injakan yang tak terlalu dalam. Langkah efektif artinya injakan maksimal sehingga kendaraan berhenti total. Langkah efektif harus memiliki batas aman, artinya masih ada toleransi ruang antara pedal dengan lantai kendaraan. Semua langkah pengereman, harus berlangsung tepat dan tidak terlalu berat dan juga ringan. Hal yang sama juga dilakukan pada pedal kopling beserta bautnya.

Terakhir periksalah spooring dan balancing kendaraan di bengkel. Gejala ban yang membutuhkan spooring adalah ketika dikendarai, mobil serasa melayang. Selain itu, antara kemudi dengan roda terasa tidak kompak. Berarti mobil membutuhkan keselarasan roda kiri dan kanan. Begitu pula dengan balancing, gejala ketidakseimbangan pada roda adalah saat mobil dipakai pada kecepatan yang tinggi, kemudi terasa bergetar.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

Loading...

Best Artikel

Powered by Blogger.